Kuliah atau sekolah adalah keadaan belajar setelah mendaftar dalam sebuah institusi untuk menimba ilmu dalam suatu bidang.
Dalam proses belajar di jenjang kuliah, kita tahu bahwa kita akan berada di dalamnya untuk jangka waktu tertentu, misalnya empat tahun untuk S1 dan dua tahun untuk S2. Sebenarnya, saat kita memutuskan kuliah, kita sudah mengikatkan diri dalam suatu "komitmen" dalam jangka waktu terhadap hal tersebut. Kita sudah sadar bahwa kuliah dala jurusan tertentu adalah hal yang kita inginkann bahkan sukai. Kita berusaha untuk menjalaninya dengan baik, rajin, maksimal, dan berupaya keras menjadi yang terbaik bagi diri kita sendiri. Jadi, komitmen adalah modal bagi kita untuk bertahan sampai selesai kuliah.
Lalu, ada pertanyaan: saya sedang kuliah, namun mengalami demotivasi. Apa yang harus saya lakukan?
Demotivasi secara umum adalah hilangnya suatu dorongan atau semangat dalam mengerjakan sesuatu. Demotivasi kuliah artinya kondisi hilangnya semangat belajar atau mengerjakan hal-hal yang seharusnya agar dapat lulus dengan baik dan tepat waktu. Demotivasi bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain:
- Menganggap pelajaran terlalu sulit
- Merasa tidak mampu bersaing dengan siswa lain
- Menganggap dosen tidak dapat menyampaikan materi dengan baik
- Terlalu sibuk hingga tidak mampu mengerjakan tugas yang diberikan
- Terlalu banyak PR yang diberikan sehingga merasa bingung
- Memiliki prioritas lain selain belajar
- Besarnya tantangan dalam mengerjakan Skripsi/Thesis
- dan masih banyak alasan lain
Banyak alasan lain yang membuat kita merasa tidak semangat dalam menjalankan atau menyelesaikan kuliah. Biasanya hal utama yang menyebabkan munculnya alasan tersebut adalah karena kita tidak menempatkan kuliah sebagai PRIORITAS. Apabila kita menaruh kuliah sebagai prioritas utama kita, maka tentu saja akan lebih mudah bagi kita untuk mengatasi tantangan-tantangan tersebut. Artinya, tantangan tersebut tidak kita abaikan atau mudah kita taklukkan begitu saja, namun kita akan lebih mudah menaikkan kurva semangat kita kembali ke titik atas karena ada alasan lain yang membangkitkan semangat kita. Salah satunya adalah karena gelar yang hendak didapat, membanggakan orang yang dikasihi, memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, dan lain sebagainya. Benar bukan?
"Action expresses priorities" - Mahatma Gandhi
Apa yang kita kerjakan, lakukan secara konsisten, habiskan waktu lebih, adalah perbuatan yang mencerminkan letak prioritas seseorang, baik terhadap suatu hal, maupun terhadap seseorang. Berikut ini adalah tiga cara untuk mengembalikan motivasi diri dalam kuliah:
1. Tempatkan kuliah sebagai prioritas utama
Proses kuliah hanya berjalan hari ini, satu kali, dan kita hanya memiliki satu kesempatan untuk memberikan yang terbaik. Meskipun tugas dan ujian dirasa sangat sulit, tetapi berikan yang terbaik, belajar dengan keras setiap hari. Belajar yang keras akan membuahkan hasil yang baik. Jika kita berpikir "yang penting lulus", maka nilai yang kita dapat juga "yang penting lulus" alias pas-pasan. Sebaliknya, jika kita memikirkan ingin mendapat nilai terbaik yang kita bisa, maka demikianlah pula yang akan kita dapatkan.
2. Hargai diri sendiri dengan memberikan yang terbaik
Jangan berpikir terlalu jauh untuk menyenangkan orang lain jika kita tidak mampu menghargai diri sendiri. Upaya untuk menghargai diri sendiri adalah dengan memberikan yang terbaik bagi diri sendiri. Agar dapat memberikan yang terbaik bagi diri sendiri, kita perlu mengerjakan yang terbaik untuk apa yang kita sedang lakukan. Kuliah sebagai tanggung jawab kita dapat mencerminkan seberapa tinggi penghargaan yang kita berikan pada diri sendiri, meskipun pada akhirnya hasil yang di dapat turut membanggakan orang di sekitar kita. Sebelum kita dapat menghargai orang lain dalam upaya kita, kita perlu menghargai diri kita sendiri dengan cara berupaya keras dalam kuliah kita.
3, Tidak ada hal yang terlalu sulit untuk dikerjakan
Yang namanya "tantangan", pasti sulit bagi semua orang dan dalam segala hal. Jadi, tidak perlu menganggap tantangan kita adalah tantangan yang paling sulit di dunia :) Tugas, ujian, dan kegiatan yang ada dalam proses kuliah adalah syarat agar kita bisa lulus dengan baik. Anggap saja hal tersebut adalah pengalaman baru dan menantang yang perlu kita taklukkan. Jika dikerjakan dengan benar, maka nilainya akan memuaskan. Jika dikerjakan dengan tidak maksimal, maka nilainya juga tidak akan memuaskan. Nilai yang tidak baik jika di akumulasi akan mengarah kepada nilai akhir yang kurang baik pula. Untuk itu, selalu upayakan yang terbaik dalam setiap hal yang kita lakukan.Jika kita terbiasa memberikan yang terbaik dalam kuliah kita, maka sisi positifnya adalah kita akan terbiasa untuk memberikan yang terbaik dalam aspek lain dalam kehidupan kita.
Tumbuhkanlah motivasi dalam diri kita sendiri, sebagai pendorong yang terkuat. Motivasi menumbuhkan kesenangan, keinginan kuat, dan menciptakan pandangan ke depan untuk hasil yang lebih baik. Menumbuhkan motivasi artinya menurunkan rasa enggan, malas, dan tidak semangat (demotivasi) secara perlahan. Menaikkan kurva motivasi artinya menurunkan kurva demotivasi. Coba untuk lakukan tiga hal mendasar di atas sebagai langkah menumbuhkan motivasi pribadi. Jadilah yang terbaik yang dapat kita lakukan, berikan yang terbaik bagi diri sendiri sebagai upaya untuk menghargai diri sendiri sebelum menghargai orang lain.
Selamat mencoba :)
Comments
Post a Comment